Filosofi Arif di Balik Pakaian serta Aksesori Pengantin Tradisi Gorontalo
Indonesia betul-betul negeri yang kaya. Tidak hanya sumber daya alam, setiap wilayah mempunyai budaya serta tradisi istiadat yang bermacam. Semua punyai riwayat panjang serta kekhasan semasing yang menarik untuk dipelajari.
Diantaranya ialah baju tradisi dari utara Pulau Sulawesi. Pakaian pengantin, aksesori, sampai pelaminan ciri khas Gorontalo kaya faktor etnik dengan beberapa warna cerah. Kecuali indah, di baliknya ada filosofi dalam dari setiap warna serta faktor. Ingin tahu sedetailnya?
Baju tradisi Gorontalo mempunyai tujuh formasi warna ciri khas yang harus ada. Tetapi bersamaan perubahan jaman, pakaian pengantin atau baju tradisi Gorontalo dapat diubah dengan beberapa warna memiliki nuansa kekinian.
Berikut tujuh formasi warna baju tradisi Gorontalo dan maknanya:
Dalam penyelenggaraan Budaya Indonesia pernikahan ala budaya Gorontalo, ada satu upacara tradisi namanya Dutu. Upacara ini diadakan satu hari sebelum pernikahan untuk simbol keseriusan calon mempelai pria dalam membina rumah tangga.
Mempelai pria tiba ke rumah pengantin wanita dengan bawa harta atau mahar serta beberapa macam buah waktu pelaksaan Dutu. Buah yang dibawa juga ada ketentuan wajibnya, yakni nanas, nangka, jeruk, serta tebu kuning.Pakaian pengantin tradisi Gorontalo mempunyai keunikan hiasan kepala yang unik. Pakaian mempelai wanita disebutkan biliu, sesaat punya pengantin pria namanya payungga tilambia. Ke-2 pakaian ini dikenai waktu naik ke puade atau pelaminan ciri khas Gorontalo.
Sebagian besar pakaian pengantin atau baju tradisi di Indonesia mempunyai hiasan serta aksesori yang indah. Di Gorontalo sendiri, baju mempelai wanita dihiasi delapan aksesori yang semasing mempunyai filosofi dalam.
Diantaranya ialah baju tradisi dari utara Pulau Sulawesi. Pakaian pengantin, aksesori, sampai pelaminan ciri khas Gorontalo kaya faktor etnik dengan beberapa warna cerah. Kecuali indah, di baliknya ada filosofi dalam dari setiap warna serta faktor. Ingin tahu sedetailnya?
Baju tradisi Gorontalo mempunyai tujuh formasi warna ciri khas yang harus ada. Tetapi bersamaan perubahan jaman, pakaian pengantin atau baju tradisi Gorontalo dapat diubah dengan beberapa warna memiliki nuansa kekinian.
Berikut tujuh formasi warna baju tradisi Gorontalo dan maknanya:
- Merah: melambatgkan keberanian serta tanggung jawab
- Hijau: melambatgkan kesuburan serta kesejahteraan
- Kuning emas: simbol sikap setia serta kemuliaan
- Ungu: simbol keanggunan serta wibawa
- Cokelat: melambatgkan warna tanah, ditujukan supaya manusia tetap mengingat darimanakah dia berasal serta kembali lagi nanti
- Hitam: simbol ketegasan serta sikap takwa pada Tuhan
- Putih: melambatgkan kesucian sekaligus juga perasaan duka
Dalam penyelenggaraan Budaya Indonesia pernikahan ala budaya Gorontalo, ada satu upacara tradisi namanya Dutu. Upacara ini diadakan satu hari sebelum pernikahan untuk simbol keseriusan calon mempelai pria dalam membina rumah tangga.
Mempelai pria tiba ke rumah pengantin wanita dengan bawa harta atau mahar serta beberapa macam buah waktu pelaksaan Dutu. Buah yang dibawa juga ada ketentuan wajibnya, yakni nanas, nangka, jeruk, serta tebu kuning.Pakaian pengantin tradisi Gorontalo mempunyai keunikan hiasan kepala yang unik. Pakaian mempelai wanita disebutkan biliu, sesaat punya pengantin pria namanya payungga tilambia. Ke-2 pakaian ini dikenai waktu naik ke puade atau pelaminan ciri khas Gorontalo.
Sebagian besar pakaian pengantin atau baju tradisi di Indonesia mempunyai hiasan serta aksesori yang indah. Di Gorontalo sendiri, baju mempelai wanita dihiasi delapan aksesori yang semasing mempunyai filosofi dalam.
- Baya lo boute: ikat kepala yang dipakai mempelai wanita melambatgkan ikatan suci dengan si suami sesudah menikah
- Tuhi-tuhi: aksesori kepala sejumlah tujuh tusuk ini melambatgkan persaudaraan tujuh kerajaan di Gorontalo, yakni Limboto, Tuwawa, Hulontalo, Gorontalo, Limitu, Bulonga, serta Atingola
- Lai-lai: aksesori yang dilekatkan dibagian ubun-ubun ini melambatgkan kesucian serta budi pekerti mulia
- Buohu walu wawu dehu: kalung memiliki bahan emas atau perak yang melambatgkan ikatan keluarga besar mempelai pria serta wanita
- Kecubu: aksesori yang dikenai dibagian dada ini melambatgkan kemampuan serta ketegasan hati wanita untuk istri
- Etango: ikat pinggang dengan motif seperti Kecubu, melambatgkan keharusan seorang istri serta petuah untuk jaga kesederhanaan
- Pateda: gelang besar berwarna keemasan yang melambatgkan perlindungan diri buat wanita
- Loubu: aksesori yang dipakai di jemari manis serta kelingking untuk melambatgkan sikap kecermatan seorang wanita

Comments
Post a Comment